ANDA SUDAH BOSAN MENJALANKAN BISNIS YANG BUANG UANG DAN ENERGI?

Ubah Mindset Anda sekarang! Seperti Anda, Butuh waktu yang lama akhirnya saya menemukannya... - duitcerdas.net.

ANDA BISA JADI BOSS ATAS DIRI SENDIRI, BUATLAH IDE ATAU PRODUK SENDIRI SEKARANG

Bertahun-tahun saya bekerja dari perusahaan satu ke yang lainnya. Tanpa sadar umur kian tua dan ide makin usang :) - duitcerdas.net.

SUKSES BUKAN DIUKUR DARI BESARNYA PENGHASILAN, TAPI KEMAUAN MEMBANTU ORANG LAIN

Dulu sebagai karyawan setiap hari tanggung jawabnya hanya pada tugas dan atasan. Ternyata SUKSES itu diukur dari kemauan dan kemampuan kita membantu orang lain... - duitcerdas.net.

BANYAK YANG MULAI SADAR UNTUK BANGUN ASET PRODUKTIF, BUKAN KONSUMTIF

Kesempatan itu dimana-mana, yang parah jika kesempatan terlewat begitu saja. Contoh: Tiap hari pegang gadget, pun rezeki kian meleset :) - duitcerdas.net.

MENABUNG ITU ASET, MAKA PILIH YANG AKTIF BUKAN PASIF

Ini namanya duit cerdas, maka nabungpun harus cerdas. Jadikan tabungan sebagai aset produktif, Pilih yang Aktif bukan Pasif - duitcerdas.net.

Sabtu, 10 Agustus 2019

Benarkah daging kambing pemicu kolesterol tinggi?

Besuk pagi lebaran Idul Adha. Ummat Islam bergembira... pun warga non Muslim yang bertetangga di komplek Masjid atau Mushola tempat dilaksanakan penyembelihan hewan kurban. Akan ada pembagian hewan kurban. Dan tentu saja ada daging kambingnya. Namun biasanya, ada alasan yang tidak mau tidak mengonsumsinya adalah karena bisa memicu masalah tekanan darah tinggi. Ada yang menyebut daging kambing memicu meningkatkan kolesterol tinggi. Apakah hal ini benar adanya?
Faktanya, daging kambing memiliki kadar lemak yang lebih rendah daripada daging sapi. Logikanya, mengonsumsi daging kambing seharusnya tidak meningkatkan kadar kolesterol secepat daging sapi. Hanya saja, kebanyakan orang suka mengonsumsi bagian kambing yang ada lemak atau gajihnya karena rasanya yang cenderung gurih dan lezat. Sebagai contoh, saat kita mengonsumsi sate kambing, pasti ada bagian lemak yang terasa sangat enak bukan? Padahal, bagian inilah yang bisa meningkatkan kolesterol.
Kandungan lemak jenuh yang ada di dalam daging kambing jumlahnya sekitar 9 gram untuk setiap 100 gram. Yang menjadi masalah adalah, jumlah 9 gram ini sudah mencapai hampir 50 persen batasan maksimal lemak jenuh setiap hari. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, maka kadar kolesterol darah tentu akan meningkat. Selain itu, jika pengolahannya juga ditambah dengan santan atau minyak goreng, maka daging kambing juga akan memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi.
Jika benar daging kambing mampu memicu naiknya kolsterol, ada baiknya kita tidak mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang berlebihan. Mengonsumsinya sesekali saja tidak apa-apa dan pastikan bahwa daging kambing yang dikonsumsi juga diolah dengan aman sehingga tidak mengalami penambahan kadar lemak jenuh yang bisa memicu kolesterol tinggi. 
Masih takut makan daging kambing? Ini ada tipsnya:
1. Campuran minyak yang digunakan bukan Minyak Sawit tapi Minyak Goreng Kelapa, Anda dapat menghubungi admin untuk mendapatkan Minyak Goreng Kelapa yang bagus yaitu GARNIS
2. Ketika perut masih kosong minumlah VCO 1-2 sendok dipagi hari dan menjelang tidur. Anda dapat menghubungi Admin untuk mendapatkan Minyak VCO yang bagus
3. Buat rendaman kunyit dan ketumbar dan dapat diminum pagi atau malam hari
4. Balurkan Minyak Oesada di perut dan Punggung sampai tengkuk untuk menetralisir sumbatan pembuluh darah akibat kolesterol meningkat. Anda dapat menghubungi Admin untuk mendapatkannya.

5. Tambahan, efek makan daging disela-sela gigi yang nyelip atau bisa bikin gusi bengkak dan sakit gigi, solusinya: berkumurlah dengan air hangat yang ditetesi dengan Minyak Terapi Oesada.
Tidak lupa kami Admin www.duitcerdas.net mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H, Semoga kita raih Kemenangan Yang Besar dan Keberkahan!

Popular Posts