Tujuan dari unit link adalah mempermudah masyarakat untuk memiliki polis asuransi sekaligus investasi. Semangat utama dari unit link adalah memberikan proteksi dari hasil investasi, hal ini dapat tercapai dengan asumsi pengelolaan investasi nya sesuai dengan target. Artinya proteksi yang diberikan kepada pemegang polis unit link bergantung kepada kinerja investasinya. Skema unit link umumnya dengan pemegang polis menyetor sejumlah dana sebagai pembayaran premi asuransi baik berupa lump sum ataupun dengan skema pembayaran bertahap . Premi ini digunakan sebagian untuk membeli proteksi dan sebagian lagi di investasikan sesuai dengan minat investor dengan porsi yang dapat berbeda untuk masing-masing pemegang polis sesuai dengan jangka waktu dan manfaat yang dipilih . Dengan asumsi investasinya menghasilkan maka pada titik tertentu investor tidak perlu lagi membayar premi unit link dan hasil investasi digunakan untuk membayar premi asuransi pada periode yang ditentukan. 
Dengan demikian sangat penting ketika membeli produk unit link selain memahami proteksi yang ditawarkan juga untuk juga melihat kinerja dari investasi yang menjadi link dari produk tersebut. Salah pilih bisa membuat pembayaran premi asuransi kurang dan mengakibatkan kewajiban top-up atau menambah dana guna mempertahankan proteksinya.
Investasi unit link sendiri terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan alokasi aset nya, umumnya digolongkan mirip dengan reksadana yaitu berbasis saham, surat hutang atau obligasi, pasar uang dan juga campuran. Dalam mengelola investasi pihak asuransi memiliki 2 pilihan yaitu mengelola sendiri atau menggunakan jasa manajer investasi dalam bentuk reksadana ataupun kontrak pengelolaan dana (KPD).
Untuk membantu masyarakat dalam menilai kinerja unit link maka PT Infovesta Utama mengembangkan indeks kinerja unit link yang menghitung rata-rata kinerja unit link berdasarkan jenisnya. Perhitungan indeks unit link menggunakan metode equal weighted, perhitungan dimulai pada tanggal 28 Des 2012. Adapun unit link yang diamati dari jenis saham, campuran dan pendapatan tetap.
Dalam 4 tahun terakhir kinerja investasi mengalami masa pasang surut mengikuti tren yang terjadi pada pasar modal. Adapun kinerja rata-rata unit link menghasilkan kinerja positif, namun demikian kinerja unit link berbasis saham terlihat dibawah benchmark lainnya. Jenis Unit link yang kinerjanya paling baik justru diwakili oleh jenis pendapatan tetap. Meski demikian kinerja unit link 4 tahun terakhir secara umum masih jauh dibawah kinerja indeks saham seperti IHSG maupun dari obligasi pemerintah. Kinerja diatas juga belum memperhitungkan fee yang dibebankan ke pemegang polis. 
Walau kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan jaminan untuk kinerja masa depan namun calon pemegang polis dapat memiliki gambaran kinerja unit link secara umum dan menjadi pertimbangan ketika mendapatkan penawaran produk yang umumnya menggunakan ilustrasi dengan asumsi pertumbuhan investasi tertentu.
Tentu saja meski secara umum dibawah benchamark terdapat unit link yang memiliki kinerja diatas rata-rata pada setiap jenisnya. Artikel mengenai hal tersebut akan bahas pada artikel berikutnya
Happy Investing
di copas dr : 

 06 Feb 2016 |  Harian Kontan |  Unit Link |  Wawan Hendrayana