Kamis, 14 Februari 2019

Dr. Jon J. Kabara, Ph.D.

Discoverer of Monolaurin and Professor Emeritus, Department of Chemistry and Pharmacology Michigan Sate University, USA.

Adalah peneliti pertama yang menemukan sifat anti-mikroba dari asam lemak rantai menengah (Penemu Monolaurin).

Professor Emeritus pada Departemen Ilmu Kimia dan Farmakologi, Michigan State University ini sudah mendapatkan 16 paten dan menulis lebih dari 200 publikasi ilmiah termasuk 8 buah buku.

Menurut Professor. Dr. Jon J. Kabara, Ph.D. minyak kelapa yang berasal dari kelapa tua segar (bukan minyak yang berasal kopra), mengandung Medium Chain Fatty Acids, seperti Asam laurat dan asam kaprat. Asam Laurat mendominasi kandungan VCO sampai 52%. Asam Laurat dikenal juga sebagai Komponen inti Air Susu Ibu, yang menjadikan bayi lebih sehat, kebal dan kuat melawan serangan virus dan bakteri.

Buku Professor. Dr. Jon J. Kabara, Ph.D.



Preservative-Free and Self-Preserving Cosmetics and Drugs: Principles and Practices (Cosmetic Science and Technology)Jan 2, 1997. by Jon J. Kabara and Donald S. Orth.
Fats are Good for You and Other Secrets: How Saturated Fat and Cholesterol Actually Benefit the Body. By (author) Jon J. Kabara
Cosmetic and Drug Microbiology (Cosmetic Science and Technology)Jul 13, 2006. by Donald S. Orth and Jon J. Kabara.
Cosmetic and Drug Preservation Principles and Practice(Cosmetic Science and Technology, Vol. 1)Dec 6, 1984. by Jon J. Kabara.
Symposium on the Pharmacological Effect of LipidsJun 1978. by Jon J. Kabara,
The Pharmacological Effect of Lipids II (Aocs Monograph 13)May 1985. by Jon J. Kabara,
Pharmacological Effect of Lipids III: Role of Lipids in Cancer ResearchOct 1989. by Jon J. Kabara.

Prof. Dr. Mary Gertrude Enig, Ph.D.

Ahli Biokimia dan Nutrisi, USA, penulis buku Know Your Fats dan buku Eat Fat Lose Fat. Pada 1995 Marry G Enig, melaporkan asam laurat pada minyak kelapa di dalam tubuh diubah menjadi monolaurin (senyawa antivirus), sebuah senyawa monogliserida yang diperoleh bayi dari air susu ibu. Monolaurin ampuh mengatasi infeksi virus, bakteri, dan protozoa. Minyak kelapa juga mengandung asam kapriat yang diubah di dalam tubuh menjadi monokapri. Senyawa itulah yang sangat efektif menghambat penyebaran virus HIV-AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Marry G Enig., menyatakan dalam bukunya Isometric Trans Fatty Acid in the US Diets, bahwa propaganda USA terhadap minyak kelapa pada 1954 menjadi titik tolak kampanye negatif minyak kelapa di seluruh dunia.





DR. Bruce Fife, CN.ND.
Ahli Naturopati dan ahli gizi bersertifikat dari USA. Penulis buku The Coconut Oil Miracle.
Asam Laurat menghancurkan sel virus, sel bakteri, jamur, dan parasit yang dilindungi oleh membran lipid (lemak). Membran lipid dihancurkan oleh Asam Laurat yang menyebabkan isi cairan dalam tubuh virus dan bakteri keluar dan mati.

Dibawah ini Slideshow dari gambar sampul buku karya DR. Bruce Fife, CN.ND.



Murray Price, Ph.D.

Ahli Naturotapi dan Nutrisi USA, Pakar pengobatan alternatif lulusan Hawaii School of Medicine. Penulis buku "Coconut Oil for Your Health" dan buku "The Healing Miracle of Coconut Oil" yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul "Terapi Minyak Kelapa".

Murray Price, Ph.D. Asam Laurat merupakan komponen inti VCO, ketika mengkonsumsi VCO maka tubuh akan mengubahnya menjadi Anti-Mikroba yang kuat untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Secara essensial VCO merupakan makanan berupa minyak yang mengandung zat anti-virus, anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-parasit.


Dr. Conrado S. Dayrit.
Profesor Farmakologi Universitas Filipina dan President National Academy of Science and Technology. Penelitian Dr.Conrado, pada 1992 menunjukkan bahwa asam laurat dan asam kaprat yang terkandung dalam VCO mampu membunuh virus. Di dalam tubuh asam laurat diubah menjadi monolaurin, dan asam kaprat diubah menjadi monokaprin, yang termasuk senyawa monogliserida yang bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antibiotik dan antiprotozoa. Monokaprin digunakan pada suplemen bermerek Capricidin untuk membunuh virus HIV penyebab AIDS. Dr. Conrado membuktikan VCO bukan pemicu sakit jantung dan penyebab tingginya kolesterol LDL. Menurut Philipines Journal of Coconut Studies dibutuhkan waktu 50 tahun untuk melawan serangan pihak barat terhadap minyak kelapa.







DR. Dan Eringthon
Ahli Ekonomi Pertanian Universitas Nasional Australia. Meneliti masyarakat Tuvalu, di Pasifik Selatan yang mengkonsumsi minyak kelapa. Hasil riset tidak ada tanda penyakit jantung. Namun, Setelah mereka pindah ke Selandia Baru dan mengkonsumsi minyak poli tak jenuh, prevalensi penyakit jantung tinggi. Hal itu membuka mata para peneliti, bahwa kolesterol penyebab penyakit kardiovaskuler bukan berasal dari minyak kelapa.

Tagged: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts