Rabu, 10 Juli 2019


Sudah setahun lamanya lutut kiri Zuhriyah terasa nyeri. Ia kadang merasakan kesakitan saat bangkit dari jongkok. Pada lain waktu ia kesulitan menekuk lututnya lantaran rasa sakit yang luar biasa. Kondisi itu mengganggu aktivitas harian Jujuk—panggilan Zuhriah—sebagai perawat di sebuah Puskesmas di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lazimnya rasa nyeri itu sirna usai berolahraga.
Ia rutin melatih senam aerobik dan body language di sebuah sanggar senam dan di kantornya 4 kali sepekan. Usai melatih senam, ia bebas dari nyeri sampai sehari setelahnya. Masalahnya rasa nyeri itu muncul kembali di sela waktu olahraga. Jujuk tidak berkonsultasi dengan dokter maupun mengonsumsi obat tertentu lantaran tidak ingin bergantung kepada obat-obatan.
Osteoartritis
Suatu hari Jujuk berbincang dengan dr Zaenal Gani yang saat itu menjabat kepala Puskesmas. Saat itu Zaenal menganjurkan Jujuk mengonsumsi minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) untuk menjaga stamina dan bobot tubuh. Ibu 2 anak itu mengikuti petunjuk dr Zaenal lantaran penasaran dan ingin membuktikan. Jujuk mengonsumsi VCO 3 kali sehari masing-masing satu sendok makan.

dr. Zaenal Gani dokter penganjur herbal di Malang, Jawa Timur.
dr. Zaenal Gani dokter penganjur herbal di Malang, Jawa Timur.
Dalam 2 pekan ia menghabiskan sebotol VCO berisi 120 ml dan selama konsumsi ia merasakan badannya lebih enak dan lebih enteng untuk beraktivitas. Hal lain yang mengejutkan sekaligus membahagiakan, rasa nyeri di lututnya pun sudah tidak terasa lagi. Keluhan lutut kaku dan sakit ketika bangkit dari jongkok pun tidak lagi dirasakan perempuan berusia 50 tahun itu.
Hingga kini 10 tahun sejak kejadian itu, rasa nyeri di lututnya tidak pernah muncul lagi lantaran ia rutin mengonsumsi sesendok makan VCO setiap hari. Bila kondisi badannya sedang menurun atau usai beraktivitas berat, ia menambah konsumsi VCO menjadi 2 sendok makan menjelang tidur. Rasa nyeri yang dialami Jujuk umum dikenal sebagai osteoartritis. Penyakit itu berupa radang persendian yang disertai rasa sakit, pembengkakan, dan keterbatasan gerak.
Dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT menjelaskan, gangguan kesehatan osteoartritis lazim dialami orang berusia awal 40 tahun dan didominasi pasien berusia di atas 60 tahun. Gejala termudah osteoartritis adalah munculnya rasa sakit pada sendi saat berjalan atau ditekan, dapat juga berupa rasa kaku yang disertai bunyi di area sendi.
Rasa nyeri dan kaku itulah yang dialami dan dirasakan Jujuk. Menurut Lukman osteoartritis merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada manusia lanjut usia. “Perkembangannya terjadi secara perlahan dan sebagian besar penderitanya kaum perempuan,” tutur dokter bedah ortopedi alumnus Universitas Indonesia itu. Osteoartritis penyakit nomor dua penyebab disabilitas setelah penyakit kardiovaskular.
Osteoartritis lazim dialami pada usia lanjut.
Osteoartritis lazim dialami pada usia lanjut.
Dr Lukman menuturkan, pengobatan osteoartritis menggunakan obat-obatan dibatasi karena berakibat pada komplikasi ke organ lain. Kini penderita osteoartritis diobati dengan asam hyaluronat untuk mengurangi kerusakan sel, membantu pelumasan sendi, dan antiinflamasi, dan asetaminofen untuk meredakan nyeri. Dokter penganjur herbal di Malang, dr Zaenal Gani menjelaskan osteoartritis yang dialami Jujuk akibat infeksi.
Infeksi itu lantaran adanya mikrob di jaringan sendi Jujuk. Secara medis perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti uji laboratorium. Tujuannya untuk memastikan infeksi pada lutut, kemudian pasien baru menjalani pengobatan menggunakan obat yang tepat untuk mengatasinya. VCO pada penderita osteoartritis berfungsi untuk mengendalikan mikrob karena bersifat antimikrob.
Tubuh akan mengubah trigliserida dalam VCO menjadi monogliserida yang salah satu jenisnya adalah monolaurin. Zat itulah yang menghambat dan mematikan mikrob. Monolaurin melarutkan kulit atau dinding sel mikrob seperti virus, bakteri, cendawan, dan protozoa. Namun, bagi sel dan organ tubuh manusia, monolaurin tidak melarutkan membran sel, sehingga tidak membahayakan bahkan bermanfaat bagi tubuh.
Olahraga melancarkan peredaran darah dan mengeluarkan hormon endorfin yang menghilangkan rasa nyeri.
Olahraga melancarkan peredaran darah dan mengeluarkan hormon endorfin yang menghilangkan rasa nyeri.
“Monolaurin meningkatkan kekebalan sekaligus menjadi sumber energi tubuh,” kata Zaenal. Dokter alumnus Universitas Brawijaya itu menduga pengalaman Jujuk yang merasakan nyerinya mereda pascaolahraga lantaran pergerakan daerah sendi dan otot melancarkan peredaran darah sehingga mengurangi rasa sakit. Kemungkinan lain, olahraga merangsang tubuh memproduksi hormon endorfin.
Endorfin disebut juga sebagai morfin endogen. Endorfin menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada tubuh. Selain menghilangkan rasa nyeri di lutut kirinya, VCO ternyata mempunyai manfaat lain bagi kesehatan Jujuk. Terbukti gangguan lambung yang dulu sering dialami Jujuk, kini sudah tidak pernah muncul lagi. Minyak perawan itu juga menjaga gula darah, dan kadar kolesterol ibu 2 anak itu tetap stabil. Hipotiroid yang dialami Jujuk pun tidak bertambah parah lantaran konsumsi rutin VCO. (Muhammad Awaluddin)
Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tagged: , , ,

Popular Posts