About Me

> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya Ayok. Terima kasih telah berkunjung

Semoga Anda selalu berbahagia serta senantiasa dalam berkelimpahan dan penuh syukur. Saya berharap bisa memberikan inspirasi dan manfaat buat kita semua...

,

Tentang Kami

Tampilkan postingan dengan label kolesterol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolesterol. Tampilkan semua postingan

11 Agu 2019

Benarkah Makan Daging Kambing Memicu Kolesterol Tinggi?

Benarkah daging kambing pemicu kolesterol tinggi?

Besuk pagi lebaran Idul Adha. Ummat Islam bergembira... pun warga non Muslim yang bertetangga di komplek Masjid atau Mushola tempat dilaksanakan penyembelihan hewan kurban. Akan ada pembagian hewan kurban. Dan tentu saja ada daging kambingnya. Namun biasanya, ada alasan yang tidak mau tidak mengonsumsinya adalah karena bisa memicu masalah tekanan darah tinggi. Ada yang menyebut daging kambing memicu meningkatkan kolesterol tinggi. Apakah hal ini benar adanya?
Faktanya, daging kambing memiliki kadar lemak yang lebih rendah daripada daging sapi. Logikanya, mengonsumsi daging kambing seharusnya tidak meningkatkan kadar kolesterol secepat daging sapi. Hanya saja, kebanyakan orang suka mengonsumsi bagian kambing yang ada lemak atau gajihnya karena rasanya yang cenderung gurih dan lezat. Sebagai contoh, saat kita mengonsumsi sate kambing, pasti ada bagian lemak yang terasa sangat enak bukan? Padahal, bagian inilah yang bisa meningkatkan kolesterol.
Kandungan lemak jenuh yang ada di dalam daging kambing jumlahnya sekitar 9 gram untuk setiap 100 gram. Yang menjadi masalah adalah, jumlah 9 gram ini sudah mencapai hampir 50 persen batasan maksimal lemak jenuh setiap hari. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, maka kadar kolesterol darah tentu akan meningkat. Selain itu, jika pengolahannya juga ditambah dengan santan atau minyak goreng, maka daging kambing juga akan memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi.
Jika benar daging kambing mampu memicu naiknya kolsterol, ada baiknya kita tidak mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang berlebihan. Mengonsumsinya sesekali saja tidak apa-apa dan pastikan bahwa daging kambing yang dikonsumsi juga diolah dengan aman sehingga tidak mengalami penambahan kadar lemak jenuh yang bisa memicu kolesterol tinggi. 
Masih takut makan daging kambing? Ini ada tipsnya:
1. Campuran minyak yang digunakan bukan Minyak Sawit tapi Minyak Goreng Kelapa, Anda dapat menghubungi admin untuk mendapatkan Minyak Goreng Kelapa yang bagus yaitu GARNIS
2. Ketika perut masih kosong minumlah VCO 1-2 sendok dipagi hari dan menjelang tidur. Anda dapat menghubungi Admin untuk mendapatkan Minyak VCO yang bagus
3. Buat rendaman kunyit dan ketumbar dan dapat diminum pagi atau malam hari
4. Balurkan Minyak Oesada di perut dan Punggung sampai tengkuk untuk menetralisir sumbatan pembuluh darah akibat kolesterol meningkat. Anda dapat menghubungi Admin untuk mendapatkannya.

5. Tambahan, efek makan daging disela-sela gigi yang nyelip atau bisa bikin gusi bengkak dan sakit gigi, solusinya: berkumurlah dengan air hangat yang ditetesi dengan Minyak Terapi Oesada.
Tidak lupa kami Admin www.duitcerdas.net mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H, Semoga kita raih Kemenangan Yang Besar dan Keberkahan!

7 Agu 2019

Madu Murni Manfaatnya Segudang, dari Merawat Kulit Hingga Cegah Maag





Madu merupakan suatu pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah. Namun, tahukah anda bahwa madu ternyata memiliki banyak kegunaan bagi kesehatan? Sebenarnya apa saja manfaat madu murni bagi kesehatan? Simak ulasannya berikut ini.

Asal madu?

Madu merupakan produk alami yang berasal dari gabungan nektar dan deposit dari tanaman yang kemudian diubah dan disimpan dalam sarang lebah. Madu pertama kali digunakan sebagai obat dalam kesehatan pada tahun 2000 SM. Kegunaan madu pada mulanya digunakan oleh seorang dokter sebagai pengobatan tradisional di Tiongkok, kemudian kegunaan madu terus dikembangkan hingga ke negara-negara lainnya.

Kandungan madu murni

Sebenarnya madu memiliki komposisi utama yang terdiri dari air dan gula. Namun, ternyata selain dua komposisi tersebut, madu juga memiliki beragam nutrisi lainnya. Madu juga mengandung asam amino, antioksidan, vitamin, dan mineral.
Selain itu, kandungan gula pada madu, yang didominasi oleh jenis fruktosa (gula alami yang biasa dijumpai pada buah-buahan) memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan pemanis buatan dan memberikan energi lebih banyak.

Apa saja manfaatnya bagi kesehatan ?

Madu murni memiliki kandungan nutrisi yang sangat berguna bagi tubuh. Di dalam saluran pencernaan manusia, terdapat bakteri-bakteri baik yang bersifat menguntungkan. Di antaranya adalah Bifidobakteria dan Lactobacilli yang dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan manusia.

Sebagai Probiotikalami, bermanfaat untuk mengobati dan mencegah asam lambung
Konsumsi makanan yang mengandung prebiotik alami seperti madu, ternyata dapat meningkatkan populasi bakteri ini sehingga dapat memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan. Selain itu, madu juga memiliki efek memperlambat pengosongan lambung Anda. Hal ini membuat madu sering kali digunakan untuk terapi pengobatan dan pencegahan pada penyakit maag atau asam lambung. Seperti yang dilansir dari Livestrong peneliti menilai madu bisa membantu refleks asam yang menyebabkan mulas dan membantu menenangkan iritasi di kerongkongan.

Mengandung Kalsium untukpertumbuhan tulang dan mencegah osteoporosis

Madu juga memiliki kandungan kalsium sebanyak 3-31 mg/100 gram gula. Kalsium tentu sangat baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak dan pencegahan terjadinya ostoporosis pada mereka yang sudah berusia lanjut.

Menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik serta melancarkan darah, sehingga mampumencegah penyakit jantung dan stroke
Selain memiliki efek yang baik untuk tulang, madu juga memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL), meningkatkan kadar kolesterol (HDL), dan meningkatkan NO (nitrit oksida). NO merupakan suatu gas yang berperan untuk melancarkan peredaran darah, menjaga fungsi otot jantung, dan mengatur tekanan darah. Hal ini membuat madu dapat menjadi teman yang baik untuk mencegah terjadinya penyakit jantung atau stroke.

Bermanfaat sebagai pemanis alami dan sumber energi
Madu juga dapat dijadikan sebagai pemanis alami dan sebagai sumber energi. Hal ini disebabkan karena dalam satu sendok teh madu murni, terkandung 17 gram karbohidrat dengan kadar indeks glikemik yang tergolong rendah bila dibandingkan dengan pemanis buatan. Madu memiliki nilai indeks glikemik sekitar 35-48, sedangkan gula putih yang biasa digunakan sebagai pemanis mengandung 58-65. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, konsumsi madu saat berolahraga dapat meningkatkan stamina dan energi tubuh.

Mengandung anti oksidan untukmencegah radikal bebas dan penuaan dini
Adanya radikal bebas akan membuat terjadinya gangguan pada sel-sel tubuh dan mengakibatkan penuaan pada kulit. Kandungan antioksidan pada madu mampu menangkal radikal bebas tersebut dan mencegah berbagai gangguan yang disebabkan oleh radikal bebas, termasuk penuaan dini.

Tinggi rendahnya kandungan antioksidan pada madu juga dapat Anda amati dari warna madu. Diperkirakan bahwa semakin gelap warna madu, makin tinggi pula kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya.

Membantu dalam penyembuhan luka, anti radang dan keloid
Madu ternyata dapat membantu penyembuhan luka. Ini karena madu mengandung efek antibakteri dan antiseptik berkat kandungan hidrogen peroksida. Selain itu, pH madu yang bersifat asam (antara 3,2-4,5) dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Madu juga memiliki efek antiradang dan kemampuan untuk menyamarkan bekas luka. Hal ini karena madu memiliki kemampuan untuk mempercepat perbaikan pada pembuluh darah (karena terjadi kerusakan pada pembuluh darah saat luka), membantu mempercepat pertumbuhan lapisan kulit yang mengalami kerusakan, meningkatkan kolagen yang sangat baik untuk membantu perbaikan kulit, serta mencegah bekas luka dan keloid.

Karena kemampuan-kemampuan unik inilah, madu sering kali digunakan sebagai salah satu terapi untuk membantu penyembuhan luka dan kerap terkandung dalam komposisi krim untuk mengobati luka akibat terbakar ataupun luka akibat tergores.


3 Agu 2019

Menu Lebaran, Mengundang Selera Munculkan Petaka





 
Namun kita mesti tetap waspada, harus mengontrol pola mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya. Menu-menu yang tersaji dihari Lebaran, memang banyak mengundang selera, namun sebaliknya juga memunculkan petaka atau masalah bagi kesehatan kita.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa kamu alami bila mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan.


1. Kolesterol

Santan mengandung lemak jenuh yang bisa memicu peningkatan LDL (Low Density Lipoprotein) alias kolesterol jahat dalam tubuh.
Peningkatan kolesterol bisa memicu penyakit jantung.
Karenanya, tidak dianjurkan untuk berlebihan menyantap makanan bersantan.
Secukupnya saja ya.

2. Kenaikan Berat Badan

Karena mengandung lemak, santan bisa menyebabkan berat badan naik. Satu cangkir santan menghasilkan 40 gram lemak saat dikonsumsi.
Lemak jenuh yang tinggi dan kandungan kalori di dalam santan dapat memasak rejimen penurunan berat badan. Maka dari itu, penggunaannya yang berlebihan dalam makanan sehari-hari bahkan menyebabkan penambahan berat badan.

3. Gangguan pencernaan

Santan juga mengandung karbohidrat yang difermentasi.
Karenanya, santan bisa mengakibatkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Selain itu, santan mengandung mono-sakarida dan poliol. Kandungan tersebut akan meningkatkan risiko gangguan iritasi usus.

4. Alergi

Tak banyak yang tahu bahwa santan diklasifikasikan sebagai kacang pohon. Karenanya bagi kamu yang memiliki alergi terhadap kacang, wajib waspada pada sajian bersantan.
Dalam beberapa kasus ditemukan bahwa orang yang alergi terhadap kacang bereaksi pada santan. Santan akan memicu iritasi dan kemerahan pada kulit. Parahnya lagi, santan dapat membuat pencernaan terganggu dengan munculnya rasa mual, diare hingga muntah.

5. Hipertensi

Untuk kamu yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, dianjurkan untuk lebih baik menghindari santan. Santan dapat merangsang peningkatan kadar trigliserida yang dapat menyumbat arteri dan pembuluh darah. Kondisi tersebut akan mengakibatkan naiknya tekanan darah dalam tubuh. 

6. Stroke

Setelah penyakit jantung, stroke juga dapat menyerang kalian yang terlalu banyak mengonsumsi santan. Pengendapan lemak jahat dalam tubuh, sehingga bisa menyumbat aliran darah dan pembuluh arteri. Mengosumsi banyak santan wajib dibarengi dengan mengonsumsi mineral dan cairan yang cukup. 
Hal ini bisa menghindarkan kita dari stroke ringan.

Serta jangan lupa balurkan Minyak Oesada pada perut, itu tips seorang teman untuk menetralisir penumpukan kolesterol diperut  dan darah. 

Advertisement